head-content'/> Langsung ke konten utama

VOUCER DALAM POLITIK

Selamat Pagi,,, Ada berbagai cara mengembangkan benefit politik dalam kepemimpinan politik modern, orang menghargai kebebasan berpendapat sebagaimana harga diri jauh diatas kepentingan uang dan fasilitas. Salah satu yang dilakukan partai politik adalah memberi hadiah voucer kepada orang yang dianggap berjasa dalam membantu pengembangan partai politik tersebut. Misalnya ada Voucer yang dapat digunakan untuk mempengaruhi 50 persen suara dalam penetapan keputusan. Misalnya keputusan dalam penetapan calon gubernur oleh partai politik itu bisa saja dimiliki oleh masyarakat biasa atau seorang tokoh yang berjasa dianggap cukup kualitas dan kapasitas untuk memberi 50 persen suaranya dalam menentukan keputusan itu. Hal ini diperlukan untuk membangun kualitas keputusan dan penghargaan kepada orang yang berjasa di partai itu. Sebenarnya dalam partai politik tidak perlu terjadi perpecahan jika manajemen diberlakukan secara baik. Sebagaimana terjadi pada Prof. Amien Rais pada partai PAN dan yang d...

Dongeng Politik

"Dongeng Politik" 

https://www.youtube.com/channel/UCT4UacoMxb3082YOPH9mQ4A

🌷Pengkritik Itu Ahli Politik dan Pemerintahan

Disuatu negeri yang sudah centang perenang dengan kepemimpinan dimasa lalu memang sulit dipulihkan dengan waktu yang singkat, karena kerusakan pemerintah dan sosial itu sudah menjalar pada mentalitas dan moralitas.

Namun ada negeri Khinzir di pinggiran gunung himalaya sana yang tidak pernah menyerah pada nasibnya. Meski sudah berantakan mereka tetap optimis mencari jalan keluar untuk masa depan rakyat bangsanya dengan berbagai ide dari masyarakatnya. Namun ide itu terbatas pada level pendukung pemerintah mereka saja. 

Pada tahun berikutnya akibat kehabisan akal maka diajaklah para pengkritik untuk berpikir menyelamatkan negara itu. Karena itu juga negara dan bangsa pengkritik akhirnya si pengkritik mundur selangkah dengan menjawab "baik saya penuhi permintaan anda kali ini wahai gubernur".

Pada malam kamis itu berkumpullah tokoh-tokoh utama negara bagian itu dan dihadiri para pengkritik pemerintah disuatu forum. Pembicaraan para pimpinan sudah pada tahap ketidakpercayaan publiknya atas pemerintah dan negara dan ini menjadi ancaman gelombang revolusi yang sudah dipersiapkan oleh kelompok pemberontak. 

Para tokoh pro pemerintah dalam pertemuan tersebut hanya diam dan tidak bicara. Mungkin karena peradaban timur yang menyebut, lebih banyak berbuat daripada berkata, tentu saja rakyat menyambut riuh mendengarnya. Tapi memang kebiasaan loyalis yang bila kenyang maka jangan harap mereka berpikir.

Pertemuan itu akhirnya hening ketika pengkritik memberi ide untuk tangani negeri yang rusak tersebut. Sudara gubernur saya punya ide, kita hanya perlu menangani hal mendasar yaitu, lemahnya kepala daerah atau orang kepercayaannya yang juga wakil kepala daerah yang tidak amanah tentunya, tetapi kita harus kuat untuk terus melakukan  perbaikan negeri ini dengan memberi jawaban-jawaban atas kritikan saya.

Setelah ada kesimpulan dilanjutkanlah tentang mencari pimpinan daerah yang berkapasitas untuk memperbaiki negeri itu, kemudian setelah mendengar pendapat tibalah waktunya sipengkritik itu memberi pendapatnya. Karena dia paham bahwa para warga disana yang egoisnya tinggi, tidak pernah mengakui terhadap kelebihan dan kepintaran seseorang maka diapun mengusulkan bahwa calon kepala daerah yang kita pilih kedepan diperbolehkan dari seekor binatang. 

Kenapa begitu, karena selama ini kita sudah puluhan kali berkepala daerah manusia tapi prilaku dan kebijakannya tidak manusiawi tapi seperti binatang. Karena itu kita ingin lihat apakah binatang dalam kebijakannya juga melawan kodratnya, jika begitu maka sudah pasti kebijakannya lebih manusiawi, karena ini jaman sudah mulai berbalik.

Akhirnya disepakatilah bahwa calon kepala daerah dari seekor kera. Namun dalam pemilihan kepala daerah tidak ada kontestan yang ikut karena semua tokoh tidak bersedia berpasangan dengan kera. Si pengkritik yang cerdas itulah menjadi wakil kera dan karena masyarakat sudah kadung tidak percaya kepada tokoh politik maka dalam pemilihan itu tentu saja kera menjadi pemenang dengan wakilnya si pengkritik.

Dalam perjalanan pemerintahannya semua kebijakan publik dan peraturan daerah serta aturan hukum dapat diletakkan secara baik oleh wakil kepala daerah. Berbicara masalah kepemimpinan tentu masyarakat paham bahwa bagaimana mungkin mereka diajarkan oleh kera. Ternyata kera ini menjadi alat politik pemakluman oleh masyarakat dalam merubah kondisi. Karena kalau menyinggung wajarlah krn kepala daerahnya kera. Kalau berjalan normal tentu si pengkritik yang wakil kepala daerah itu disanjung puji karena memang apa yg dilakukan melebihi dari perlakuan pemimpin sebelumnya. 

Setelah empat tahun si Wakil Kepala Daerah tersebut mulai diminta oleh tokoh masyarakat untuk menjadi pemimpin dan menghapuskan aturan binatang sebagai kepala daerah. Rupanya si pengkritik tidak bersedia dengan alasan dia mau pindah ke negeri seberang yang dia sudah dihadiahkan sebagai warga dan tempat tinggal oleh kepala daerah tetangga itu, karena wilayah tersebut wilayah perkebunan maka cukup dalih untuk itu dengan hasrat berkebun.

Beberapa minggu dia tinggal disana barulah para tokoh menjemput dan meminta izin kepada kepala daerah disana untuk mengizinkan si pengkritik dibawa pulang ke negara bagiannya untuk dijadikan pemimpin dengan berbagai perjanjian yang dipersyaratkan kpd tokoh oleh si pengkritik.

Kisah itu akhirnya jadilah dia pemimpin seumur hidup bila dia mau. Tapi karena dia dasarnya pengkritik tentu hal itu tidak dilakukan karena dia paham dampak yang timbul bila kekuasaan yang lama di suatu lubuk yang yang sama.

Salam



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Politik Itu Bukan Sebatas Propaganda

Bagi Rakyat Politik Itu Bukan Bagaimana Anda makan dalam piring situek sebagaimana masyarakat makan pada kenduri Jrat, bukan bagaimana anda gunakan Oblong dan Ngobrol Dgn masyarakat yang menunjukan anda bermasyarakat, juga bukan bagaimana anda turun ke sawah sebagaimana petani, bahkan juga Bukan Cara Anda Blusukan, Tapi Bagaimana Konsep anda dalam menangani persoalan masyarakat yang tidak pernah ada penyelesaian meski pemimpinnya silih berganti. Karena jaman itu sudah berlalu dan tidak menghasilkan apapun untuk pembangunan yang sesungguhnya. Jika sebatas itu kita menilai seorang calon kepala daerah maka hasilnya pasti anda sudah paham. Bahwa prilaku itu sebagai penciteraan dan hal itu merupakan propaganda politik yang mudah terbaca oleh mereka yang paham politik. Menurut saya gaya dan prilaku itu biasa saja, tetapi yang penting adalah apa yang calon kepala daerah bisa membuat rencana untuk mengatasi masalah rakyat yang melarat dan apa strategy mereka untuk mendorong kesejahteraan raky...

Pikiran Adalah Alat Pemersatu Orang Yang Berpikir

https://udimi.com/a/ls6xr Oleh  Tarmidinsyah Abubakar Pernahkah anda merasakan ketika dalam kehidupan masyarakat tiba-tiba anda merasakan kecenderungan yang sama dengan orang-orang yang anda memiliki kesamaan cara berpikir bahkan anda sama sekali tidak mengenal secara dekat orang-orang yang cara pikirnya sebagaimana diri anda. Jika hal ini pernah anda rasakan maka anda tergolong manusia yang penuh tanggung jawab, anda akan mengkuatirkan hal-hal yang negatif pada masyarakat, anda mengkuatirkan ketidakadilan terhadap masyarakat, anda juga mengkuatirkan orang-orang terpuruk dalam kemiskinan, anda kuatir dengan kekerasan dan premanisme, anda kesal kepada prilaku polisi yang meminta uang kepada pengendara dan lainnya. Cara pikir anda sehat dan normal sehingga keinginan anda adalah melihat sesuatu dilakukan secara normal, secara konseptual sebagaimana dipikiran anda. Pemeliharaan nilai-nilai normatif tersebut dalam pikiran anda itulah yang membuat alur berpikir anda menjadi seseorang yang me...

Pemerintah Indonesia Nomor Dua Terdhalim Sedunia Kepada Rakyatnya

Oleh Tarmidinsyah Abubakar Mengamati kebijakan pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan presiden Jokowi sekarang ini khususnya dalam masa menghadapi darurat corona dengan berbagai ketimpangannya dalam memimpin dan menempatkan rakyat dan telah mendegradasi fungsi pemerintah menjadi penekan rakyat bukan sebagai pelayan rakyat sebagaimana harusnya. Bagaimana tidak ketika negara lain memberlakukan stay athome bagi rakyatnya dengan membiayai mereka selama berada di rumah, sementara pemerintah Indonesia justru hanya melakukan perintah kepada rakyat tapi tidak pernah membiayai selama berada dirumah. Padahal rakyat Indonesia sebahagian besar pekerja yang mencari nafkah perhari dan menghabiskan hari itu juga. Dengan kondisi tersebut maka tidak mungkin mereka diistirahatkan dirumah tanpa dibiayai, karena akan beresiko kelaparan dan mengundang kematian warganya. Demikian pula ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia sedang turun dalam masa darurat covid 19 semua pemerintah negara lai...