head-content'/> Langsung ke konten utama

VOUCER DALAM POLITIK

Selamat Pagi,,, Ada berbagai cara mengembangkan benefit politik dalam kepemimpinan politik modern, orang menghargai kebebasan berpendapat sebagaimana harga diri jauh diatas kepentingan uang dan fasilitas. Salah satu yang dilakukan partai politik adalah memberi hadiah voucer kepada orang yang dianggap berjasa dalam membantu pengembangan partai politik tersebut. Misalnya ada Voucer yang dapat digunakan untuk mempengaruhi 50 persen suara dalam penetapan keputusan. Misalnya keputusan dalam penetapan calon gubernur oleh partai politik itu bisa saja dimiliki oleh masyarakat biasa atau seorang tokoh yang berjasa dianggap cukup kualitas dan kapasitas untuk memberi 50 persen suaranya dalam menentukan keputusan itu. Hal ini diperlukan untuk membangun kualitas keputusan dan penghargaan kepada orang yang berjasa di partai itu. Sebenarnya dalam partai politik tidak perlu terjadi perpecahan jika manajemen diberlakukan secara baik. Sebagaimana terjadi pada Prof. Amien Rais pada partai PAN dan yang d...

Pemerintah Indonesia Nomor Dua Terdhalim Sedunia Kepada Rakyatnya

Oleh
Tarmidinsyah Abubakar

Mengamati kebijakan pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan presiden Jokowi sekarang ini khususnya dalam masa menghadapi darurat corona dengan berbagai ketimpangannya dalam memimpin dan menempatkan rakyat dan telah mendegradasi fungsi pemerintah menjadi penekan rakyat bukan sebagai pelayan rakyat sebagaimana harusnya.

Bagaimana tidak ketika negara lain memberlakukan stay athome bagi rakyatnya dengan membiayai mereka selama berada di rumah, sementara pemerintah Indonesia justru hanya melakukan perintah kepada rakyat tapi tidak pernah membiayai selama berada dirumah. Padahal rakyat Indonesia sebahagian besar pekerja yang mencari nafkah perhari dan menghabiskan hari itu juga. Dengan kondisi tersebut maka tidak mungkin mereka diistirahatkan dirumah tanpa dibiayai, karena akan beresiko kelaparan dan mengundang kematian warganya.

Demikian pula ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia sedang turun dalam masa darurat covid 19 semua pemerintah negara lain menurunkan harga Bbm sementara Indonesia tidak menggubris, padahal rakyatnya sedang menjerit tak mampu membeli akibat tak punya uang dan tak kerja akibat kebijakan pemerintah itu sendiri.

Berikutnya yang justru aneh terjadi atas perlakuan warga negara dimana negara lain membatasi warga China akibat covid 19 berasal dari Wuhan. Namun Indonesia justru berbeda dengan kebijakannya yakni meminta masyarakat berada di rumah sementara warga China dibebaskan masuk ke daerah provinsi untuk bekerja pada perusahaan besar yang disinyalir kepemilikan usaha bekerjasama dengan petinggi di negeri ini.

Belum sampai disitu, pemerintah Indonesia juga terkesan menempatkan rakyat sebagai penerima bantuan atau sedekah para pejabat, mereka tidak diprioritaskan sebagai elemen yang paling penting bagi negara ini, indikatornya pemerintah RI hingga kini tidak melakukan perubahan yang signifikan untuk menyelamatkan nyawa rakyat, misalnya membatalkan semua proyek-proyek infrastruktur dan mengalihkan anggaran itu untuk membantu rakyat yang terdesak dengan kebutuhannya.

Semakin menyakitkan rakyat dimana mereka menghadapi ketiadaan daya beli terhadap kebutuhan pokok sementara pejabatnya justru mengganti pendingin dirumahnya dengan anggaran yang tidak kalah besar.

Begitulah prilaku terbalik dan kebijakan yang dibuat untuk lips service bulan memberi perhatian kepada rakyat secara bersungguhan sebagaimana peran dan fungsi mereka sebagai pejabat publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

Belum lagi kita bahas tentang ketimpangan kebijakan publik yang membatasi peribadatan ummat beragama dinegeri ini yang terkesan agar semua orang memjauhi dan tidak mempercayai Tuhannya sebagai pelindung kehidupan di bumi ini.

Wallahualam,,,

Penulis adalah
Pemerhati Politik dan Sosial serta Pemimpin Politik Muda Indonesia-Amerika tahun 2013 berdomisili di Aceh



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Politik Itu Bukan Sebatas Propaganda

Bagi Rakyat Politik Itu Bukan Bagaimana Anda makan dalam piring situek sebagaimana masyarakat makan pada kenduri Jrat, bukan bagaimana anda gunakan Oblong dan Ngobrol Dgn masyarakat yang menunjukan anda bermasyarakat, juga bukan bagaimana anda turun ke sawah sebagaimana petani, bahkan juga Bukan Cara Anda Blusukan, Tapi Bagaimana Konsep anda dalam menangani persoalan masyarakat yang tidak pernah ada penyelesaian meski pemimpinnya silih berganti. Karena jaman itu sudah berlalu dan tidak menghasilkan apapun untuk pembangunan yang sesungguhnya. Jika sebatas itu kita menilai seorang calon kepala daerah maka hasilnya pasti anda sudah paham. Bahwa prilaku itu sebagai penciteraan dan hal itu merupakan propaganda politik yang mudah terbaca oleh mereka yang paham politik. Menurut saya gaya dan prilaku itu biasa saja, tetapi yang penting adalah apa yang calon kepala daerah bisa membuat rencana untuk mengatasi masalah rakyat yang melarat dan apa strategy mereka untuk mendorong kesejahteraan raky...

Salah Berpikir Tentang Kriteria Pemimpin, Dipaksakan Penerapannya Rakyat Akan Berantakan

👜Ban takalon na pake kupiah, pue lom kupiah Aceh, ban ta kalon gob tokoh na sembahyang, ban takalon na ibayeu zakeut, ban takalon inonton seudati atau saman, ban takalon, ban takalon na ikhanduri aneuk yatim, ban takalon na ijak kunjungi masyarakat bak rumoh reot, ban takalon sidroe tokoh na ibagi makanan bak jalan, ban takalon geujak kunjungi ureung cacat, ban takalon na geubantu dalam kasus2 kemanusiaan.  (ini adalah syarat standar manusia bukan syarat pemimpin). _______________________________ https://www.youtube.com/channel/UCT4UacoMxb3082YOPH9mQ4A Melihat fenomena diatas laju na firasat bahwa Tgk nyan cocok keu gubernur atau presiden,,,,nyan keuh cara terbangunnya kriteria calon pemimpin yang berkembang dalam pikiran masyarakat Aceh dilevel kebanyakan. Padahal faktor-faktor diataslah yang telah mendistorsi nilai dan makna kepemimpinan ditengah masyarakat kita. Dan faktor itu pula yang menginspirasi terbangunnya kesenjangan sosial (kaya dan miskin) yang parah antara masyarakat.  A...

Curang Dalam Demokrasi Pemerintah Bobrok, Memilih Pemimpin Lahirnya Pecundang, Memilih Pelayan Lahirnya Tuan;

https://udimi.com/a/ls6xr https://www.youtube.com/channel/UCT4UacoMxb3082YOPH9mQ4A Oleh : Tarmidinsyah Abubakar 💫Begitu banyak kasus-kasus pemilihan DPR, Presiden, Kepala Daerah yang berbuntut korup bahkan menjerumuskan orang yang berjabatan empuk berakhir dipenjara. Apa sebabnya? Jadi begini, kenapa penulis sejak dulu menyuarakan sikap idealisme dalam politik, tentu supaya para politisi dan rakyat berlaku fair, sportif dalam berkompetisi dan memahami resiko bila mereka ingkar terhadap ketentuan melanggar prinsip demokrasi. Sebagai politisi muda kala itu penulis juga mempersiapkan bekal modal politik sebagai pelayan rakyat yang sebenar-benarnya modal politik. Lalu pertanyaannya berikutnya,  apakah alat transaksi Politik itu yang sesungguhnya? Alat transaksi (alat tukar dengan suara) normatifnya adalah ilmu pengetahuan, kapasitas, kredibilitas, kejujuran, sikap dan tentunya kecerdasan intelektual yang biasanya menjadi syarat ideal yg harus dipenuhi untuk mengisi jabatan sebagai pelayan...